You are currently viewing Tenis Kursi Roda, Olahraga Favorit TNI Disabilitas di Lingkungan Pusrehab Kemham

Tenis Kursi Roda, Olahraga Favorit TNI Disabilitas di Lingkungan Pusrehab Kemham

  • Post category:Berita

Tenis kursi roda menjadi olahraga favorit di lingkungan Pusat Rehabilitasi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Pusrehab Kemhan RI).

Olahraga ini digandrungi oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang menjadi penyandang disabilitas saat bertugas.

“Dari, seluruh cabang olahraga di Pusrehab Kemhan, hingga saat ini yang masih bertahan dan terus dikembangkan secara intensif adalah olahraga tenis kursi roda,” mengutip laman resmi Pusrehab Kemhan, Jumat (17/3/2023).

Olahraga ini mulai diminati oleh penyandang disabilitas personel Kemhan dan TNI pada tahun 2002 dan terus ditekuni menjadi olahraga andalan di lingkungan tersebut. Melalui olahraga tenis kursi roda, banyak kejuaraan yang sudah diraih baik tingkat nasional maupun internasional.

Beberapa prestasi yang sudah diperoleh para atlet tenis kursi roda antara lain:

  • Turnamen tingkat nasional di Surabaya, Medan, Solo, DKI Open, Porcanas Palembang, Porcanas Samarinda, Pekan Paralympic Nasional Riau, Porda Jawa Barat di Bandung.
  • Pada turnamen tingkat internasional, prestasi diraih di Malaysia Open Kuala Lumpur, Singapore Open, Daegu Open di Korea Selatan, Korea Open di Seoul Korea Selatan, Japan Open, Asean Para Games di Philipina, Wheelchair Tenis Silver Fun Cup Asia di Colombo Sri Lanka dan Bangkok Open di Bangkok Thailand.

Kapusrehab Cup

Guna meningkatkan prestasi olahraga tenis kursi roda, Pusrehab Kemhan menyelenggarakan turnamen tenis kursi roda “Kapusrehab Cup” yang pelaksanaannya diadakan pertama kali pada 2007.

Ajang tersebut mendapat sambutan yang baik dari atlet-atlet tenis kursi roda, baik yang berada di bawah naungan National Paralympic Committee (NPC) di daerah-daerah, maupun yayasan-yayasan penyandang disabilitas lainnya.

Dari turnamen tersebut para atlet penyandang disabilitas personel Kemhan dan TNI terus mengembangkan kemampuannya untuk dapat meraih prestasi yang lebih tinggi.

Upaya tersebut diikuti dengan program latihan rutin yang dilaksanakan seminggu dua kali setiap hari Senin dan Rabu.

Jumlah atlet yang aktif saat ini sebanyak tujuh orang dengan didampingi oleh dua orang pelatih tenis. Sarana yang digunakan adalah lapangan tenis indoor. Sedangkan prasarana seperti kursi roda menggunakan inventaris milik Pusrehab dan ada juga yang menggunakan milik pribadi.

Pembinaan Olahraga Sejak 1972

Pembinaan olahraga termasuk cabang tenis kursi roda memang menjadi program Pusrehab Kemhan.

Pembinaan olahraga bagi penyandang disabilitas personel Kemhan dan TNI sudah dilaksanakan sejak 1972. Dan bekerja sama dengan Rumah Sakit Fatmawati serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.

“Dalam pembinaan ini personel Kemhan dan TNI disabilitas dilatih oleh seorang ahli olahraga khusus penyandang disabilitas.”

Selain tenis kursi roda, jenis-jenis olahraga yang dilatih antara lain panahan, tolak peluru, lempar lembing, renang, lempar cakram, lari kursi roda, angkat besi, bola keranjang, dan menembak.

Dari hasil latihan rutin yang dilakukan, beberapa penyandang disabilitas mendapat kesempatan mengikuti pertandingan-pertandingan baik tingkat daerah, nasional, maupun internasional. Mereka bertanding dengan beberapa klasifikasi seperti amputasi, disabilitas netra, paraplegia dan disabilitas fisik lain seperti kekakuan sendi atau tungkai pendek sebelah.

Mendulang Prestasi

Dengan mengikuti berbagai pertandingan, penyandang disabilitas di lingkungan Kemhan tetap bisa mendulang prestasi. Baik prestasi nasional maupun internasional seperti:

  • Medali emas untuk cabang olahraga jalan cepat 100 meter dan perunggu untuk cabang olahraga lempar lembing pada Multi Disabled Games di Inggris pada 1974.
  • Medali emas untuk cabang olahraga lari cepat 100 meter, lempar lembing, lompat tinggi, dan renang, serta medali perak untuk cabang tenis meja pada FESPIC Games di Oita Jepang pada tahun 1975.
  • Medali perunggu untuk cabang olahraga lempar cakram serta medali perunggu untuk cabang olahraga lempar lembing pada Olimpiade Penyandang Disabilitas sedunia di Toronto Canada tahun 1976.
  • Medali emas dan perak untuk cabang olahraga lempar lembing dan tolak peluru. Serta medali perak dan perunggu untuk cabang olahraga loncat tinggi, lempar cakram, dan lari cepat 100 meter pada FESPIC Games II di Paramatta, Holryod, Australia tahun 1977.
  • Medali emas untuk cabang olahraga lari cepat 100 meter dan medali emas untuk cabang olahraga lempar cakram pada kejuaraan dunia ISOD Games di Inggris tahun 1979. Dan masih banyak prestasi lainnya.

Source: Liputan6.com

Leave a Reply