You are currently viewing Tak Hanya Pemain, Film juga Libatkan Kru Penyandang Disabilitas, Ini Tujuannya

Tak Hanya Pemain, Film juga Libatkan Kru Penyandang Disabilitas, Ini Tujuannya

  • Post category:Berita

Film Tegar merupakan proyek dan laboratorium mimpi bersama bagi setiap orang yang mendukung terwujudnya ruang untuk masyarakat inklusi di Indonesia maupun dunia. Sebanyak 10 persen dari kru penyandang disabilitas turut mengambil peran dalam proses produksinya.

Pemeran utama film ini, M. Aldifi Tegarajasa (Tegar) berusia 11 tahun yang berasal dari Bandung, Jawa Barat dan merupakan anak berkebutuhan khusus. Tegar hanya memiliki satu kaki dan tanpa tangan. Dalam proses pembuatan film, Tegar menjalani program pelatihan seni peran selama 1,5 tahun dengan tim profesional.

Selain Tegar, ada juga pemain penyandangdisabilitas yang muncul di film ini. Mereka adalah Prihartono Mirsaputra atau Anton dan Asep. Anton merupakan penyanyi kafe yang akan berperan sebagai Akbar, sementara Asep adalah seorang tukang parkir di Jalan Simpang Tiga Dago Giri yang akan berperan sebagai Mang Acong.

Untuk kru penyandang disabilas yang terlibat dalam film ini antara lain, almarhum Ahmad Zoel, seorang fotografer profesional yang mengerjakan still photography; Ramandhika Haikal, lulusan Universitas Widyatama yang mengerjakan foto behind the scene; dan aktivis disabilitas Yuktiasi Proborini yang menjadi konsultan naskah. Ada juga anak-anak berkebutuhan khusus yang tergabung dalam Inclusive Kids Choir, akan menyanyikan lagu original soundtrack film Tegar.

Ada juga seorang modifikator sepeda motor yang akrab disapa Wawa Gunawan. Ia bertugas memodifikasi motor untuk penyandang disabilitas yang digunakan oleh tokoh Akbar dalam film ini. “Dia ada di salah satu tim art kita, karena motor yang digunakan oleh Akbar adalah motor khusus yang dimodif sesuai dengan kebutuhan Bang Anton,” kata Anggi Frisca saat melakukan media visit secara virtual dengan Tempo pada Senin, 24 Oktober 2022.

Selain keterlibatan banyak pihak untuk mendanai dan mendukung film Tegar, ideologi yang di usung dari film ini adalah salah satu kampanye SDGs yang bertajuk “leave no one behind”, yang dalam maknanya adalah memberi ruang untuk kesetaraan, berekspresi, mengesampingkan perbedaan dan berfokus pada pertumbuhan yang dapat dilakukan.

“Kita memang usahakan peran mereka bukan peran pelengkap, tapi diberikan peran penuh terhadap apa yang menjadi bagian mereka,” kata Chandra Sembiring selaku produser film Tegar.

Film Tegar bercerita tentang seorang anak berkebutuhan khusus (M. Aldifi Tegara) yang ingin bersekolah dan mempunyai teman. Pada ulang tahunnya yang ke-10, sang Kakek (Deddy Mizwar) menjanjikan Tegar kesempatan bersekolah, namun Wida (Sha Ine Febriyanti) – Mama dari Tegar, melarang dengan keras hal itu. Karena sejak lahir Wida selalu menyembunyikan Tegar dan kondisinya dari orang lain, khawatir akan perlakuan tidak diinginkan yang mungkin terjadi pada Tegar.

Setelah kakeknya meninggal dunia, Tegar yang ditinggal ibunya bekerja dan pengasuhnya pulang ke kampung halaman terjebak di dalam rumahnya seorang diri. Saat itulah ia memutuskan untuk pergi dari rumah dan memulai perjalanannya mengejar mimpi untuk bersekolah hingga mempunyai teman.

Film Tegar mencakup cukup banyak bahasan, diantaranya support system dalam keluarga ramah inklusi, dilema pola asuh bagi perempuan karier, hingga kebutuhan mendesak akan adaptasi pendidikan Indonesia untuk masyarakat inklusi. Film Tegar akan tayang di bioskop pada 24 November 2022.

Source: Tempo.com

Leave a Reply