You are currently viewing Studi: Pengobatan Dini Multiple Sclerosis Perlambat Risiko Disabilitas

Studi: Pengobatan Dini Multiple Sclerosis Perlambat Risiko Disabilitas

  • Post category:Berita

Pengobatan dini selalu menjadi pilihan terbaik, tak terkecuali bagi penderita multiple sclerosis (MS). Ditambah hasil penelitian terbaru membuktikan pengobatan segera MS sejak mengalami gejalanya pertama kali dapat memperlambat perkembangan disabilitas.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurology baru-baru ini mengungkapkan bahwa orang yang memulai pengobatan dengan cepat memiliki kemungkinan 45 persen lebih kecil untuk mengalami disabilitas sedang dalam dekade berikutnya atau lebih, dibandingkan dengan mereka yang menunda pengobatan.

Pada MS, sistem kekebalan tubuh menyerang sistem saraf pusat (otak, sumsum tulang belakang, dan saraf optik), merusak zat yang dikenal sebagai myelin (terkadang disebut materi putih) yang menyekat dan melindungi saraf.

“Dalam hal pengobatan MS, lebih awal lebih baik,” kata seorang peneliti dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh American Academy of Neurology, dilansir dari Washingtonpost, Rabu (16/8/2023).

Obat, dalam hal ini akan memperlambat atau memblokir pesan antara otak dan tubuh yang menyebabkan gejala seperti masalah penglihatan, kelemahan otot, tremor, mati rasa, kelelahan, masalah berjalan dan keseimbangan, dan banyak lagi.

Meski tidak ada obat khusus untuk MS, tetapi pengobatan dalam meredakan gejalanya telah terbukti mengurangi frekuensi dan keparahan gejala serta menunda perkembangan penyakit.

Studi ini melibatkan 580 orang, berusia 50 tahun ke bawah (usia rata-rata, 34 tahun), yang dilacak dan diuji melalui pencitraan resonansi magnetik dan pemeriksaan klinis selama sekitar 11 tahun.

Studi Melibatkan 3 Kelompok

Para ahli membandingkan tiga kelompok dalam studi ini:

– Kelompok yang memulai pengobatan dengan setidaknya satu obat pengubah penyakit dalam waktu enam bulan dari gejala awal mereka (194 orang)

– Kelompok yang pengobatan awalnya datang enam sampai 16 bulan setelah gejala pertama (192 orang) dan mereka yang tidak. memulai pengobatan sampai lebih dari 16 bulan berlalu sejak gejala dimulai (194 orang).

– Kelpompok yang memulai pengobatan paling awal juga ditemukan 60 persen lebih kecil kemungkinannya untuk pindah ke stadium penyakit yang lebih lanjut, yang disebut MS progresif sekunder.

Mereka juga 50 persen lebih mungkin mengalami MS setelah memulai pengobatan dibandingkan mereka yang baru memulai.

Source: Liputan6.com

Leave a Reply