You are currently viewing Sosok Prof Budiyanto: Guru Besar Bidang Inklusif UNESA yang Raih Penghargaan Nasional

Sosok Prof Budiyanto: Guru Besar Bidang Inklusif UNESA yang Raih Penghargaan Nasional

  • Post category:Berita

Prof. Dr. Budiyanto meraih gelar “Tokoh Pendidikan Indonesia” pada gelaran Forum Fakultas Ilmu Pendidikan-Jurusan Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Rabu (5/7/2023) lalu. Anugerah ini merupakan bentuk penghargaan dari Kemdikbudristek kepada dosen di Indonesia.

Hal ini dilakukan sebagai apresiasi dosen yang telah melaksanakan kegiatan tridarma perguruan tinggi dan menghasilkan prestasi yang membanggakan. Harapannya, prestasi yang diraih memberikan manfaat yang signifikan bagi kemajuan akademik dan institusional.

Nama Prof, Budiyanto sendiri suda terdengar dalam pengembangan pendidikan inklusif. Pria yang sudah meniti kariernya sejak 1983 itu bahkan ikut dalam perumusan Permenristek Dikti No 46 Tahun 2017 tentang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus di Perguruan Tinggi.

Sosok Prof Budiyanto
Budiyanto mulanya adalah dosen Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa (SGPLB) Negeri Surabaya sejak 1982. Pada 1995, ia pun bergabung dengan Unesa.

Ketertarikannya dalam pendidikan inklusif berawal dari inisiatif pendidikan anak berkebutuhan khusus.

“Padahal anak berkebutuhan khusus tidak harus di SLB, bisa juga di sekolah konvensional karena tingkatan disabilitas punya tingkatannya,” jelasnya dalam situs Unesa dikutip Selasa (11/7/2023).

Ikut Serta dalam Perumusan Peraturan Menteri
Pada tahun 2009, Budiyanto ikut serta dalam lahirnya Permendiknas No 70 Tahun 2009 Tentang Pendidikan Inklusif bagi Peserta Didik yang memiliki kelainan dan peserta didik yang memiliki kecerdasan dan/atau bakat istimewa.

Dalam jejak kariernya, Budianto juga telah mengikuti berbagai riset dan penelitian tentang kebijakan pendidikan inklusif dari berbagai negara. Dalam implementasi pendidikan inklusif di perguruan tinggi, Budiyanto menjadi anggota tim Pendidikan Khusus Belmawa Dikti sejak 2016 sampai sekarang.

Dia juga terlibat langsung dalam perumusan Permenristek Dikti No 46 Tahun 2017 tentang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus di Perguruan Tinggi, yang mana substansinya tentang bagaimana implementasi Pendidikan Inklusif di Perguruan tinggi.

“Sejak itu sampai saat ini Direktorat Belmawa Dikti secara konsisten menyelenggarakan bimtek Pendidikan inklusif untuk dosen di perguruan Tinggi. Banper pengembangan inovasi pembelajaran bagi mahasiswa berkebutuhan khusus/disabilitas dan asistif teknologi di Perguruan Tinggi, serta bantuan beasiswa bagi mahasiswa disabilitas,” bebernya.

Kepala Seksi Inovasi Disabilitas Unesa
Berkat prestasinya, Budiyanto juga diamanahkan sebagai Kepala Seksi Pengembangan Produk Teknologi dan Inovasi Disabilitas. Bidang ini berupaya secara bertahap mengoptimalkan implementasi pendidikan inklusif di perguruan tinggi khususnya Unesa.

Berkat dedikasinya juga, Unesa mendapatkan penghargaan sebagai “Perguruan Tinggi Peduli Disabilitas” dari Kemendikbudristek.

“Alhamdulillah berkat dorongan semua pihak, penganugerahan ini menjadi hasil dari dedikasi, totalitas, konsistensi dan tanggung jawab para pakar pendidikan Indonesia,” tuturnya.

Guru besar asal Sleman ini berharap dapat mendorong kemajuan pendidikan inklusif di perguruan tinggi dengan melalui terobosan riset dan inovasi. Tujuannya untuk menciptakan lingkungan akademik yang lebih inklusif, agar semua individu dapat mendapatkan akses yang setara terhadap pendidikan tinggi.

Source: Detik.com

Leave a Reply