You are currently viewing Simak Metode Belajar Seni Tari di AKN bagi Mahasiswa Disabilitas Tunarungu

Simak Metode Belajar Seni Tari di AKN bagi Mahasiswa Disabilitas Tunarungu

  • Post category:Berita

Seni tari identik dengan tarian yang diiringi alunan musik. Tapi, bagaimana jika penarinya seorang disabilitas tunarungu?

Meski jadi penyandang disabilitas tunarungu, tetapi Wahyu Rahmat Dullah atau yang kerap disapa Fai tetap semangat untuk mewujudkan cita-citanya jadi penari.

Fai juga baru saja menyelesaikan studi D1 Jurusan Seni Tari di Akademi Komunitas Negeri (AKN) Seni dan Budaya Yogyakarta pada 2023 ini.

Jadi, walaupun dia punya keterbatasan dalam hal pendengaran, tetapi Fai tetap semangat dalam belajar dan berkarya.

Dilansir dari laman Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Ristek, Senin (18/9/2023), Fai ternyata cinta dunia tari sejak kecil.

“Sedari kecil saya sudah menyukai seni dan budaya khususnya seni tari. Akan tetapi, saya sempat minder karena kayanya tidak mungkin saya bisa menggeluti bidang tersebut. Apalagi, saya punya keterbatasan di pendengaran,” ujar Fai.

Namun karena dorongan dari orangtua, rasa minder itu berubah menjadi semangat yang tinggi. Sampai dirinya memutuskan untuk kuliah di Seni Tari AKN Seni dan Budaya Yogyakarta.

Untuk metode pembelajarannya tentu berbeda dengan mahasiswa pada umumnya. Yosep Adityanto Aji, dosen Jurusan Seni Tari, AKN Seni dan Budaya Yogyakarta memberikan penjelasan,

Menurutnya, metode yang digunakan untuk menyampaikan materi kepada mahasiswa ‘istimewanya’ ini berbeda dengan metode yang biasa digunakan untuk mahasiswa lainnya.

Bahkan hal ini menjadi pengalaman pertama bagi Adityanto untuk mengajar mahasiswa difabel. Ia menggunakan metode yakni:

1. Dengan cara mengulang-ulang

2. Mengimitasi gerakan

3. Membuat pengucapan bibir lebih jelas

4. Merekam

5. Membuat catatan komunikasi dengan telepon pintar

Hasilnya, Fai dengan potensi yang besar itu mampu menunjukkan bakat yang tak bisa dianggap remeh.

Ia pernah menari di Museum Sonobudoyo, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, hingga Pekan Kesenian Bali 2023.

Pada saat acara wisuda AKN Seni dan Budaya Yogyakarta, Kamis (7/9/2023), Fai berkesempatan untuk memperlihatkan kelihaiannya dengan menampilkan tari Greget Jogja.

Pesan yang terdapat dalam tarian tersebut disampaikan oleh Fai melalui gerakan-gerakan tari yang sangat bagus.

Usai berhasil menyelesaikan studinya, Fai bertekad untuk mengembangkan ilmu yang telah didapatkan untuk menciptakan berbagai karya seni pertunjukan yang indah.

Direktur AKN Seni dan Budaya Yogyakarta, Supadma, menyampaikan bahwa AKN Seni dan Budaya Yogyakarta membuka kesempatan bagi masyarakat penyandang disabilitas untuk bisa mengenyam pendidikan di bidang kebudayaan.

Pihak kampus pun selalu berupaya untuk berbenah diri agar bisa memberikan pelayanan pendidikan yang ramah untuk mahasiswa difabel.

Source: Kompas.com

Leave a Reply