You are currently viewing Rajin dan Semangat, Penyandang Disabilitas dari Majalengka Mampu Sabet Jabatan Bagus di Tempat Kerjanya

Rajin dan Semangat, Penyandang Disabilitas dari Majalengka Mampu Sabet Jabatan Bagus di Tempat Kerjanya

  • Post category:Berita

Penyandang disabilitas mampu bekerja seperti pekerja pada umumnya. Mereka memiliki semangat yang tinggi dan berusaha bekerja sebaik mungkin.

Hal ini terlihat dari sosok penyandang disabilitas Sandi Nur Rohmat yang bekerja di toko swalayan di kawasan Plumbon, Majalengka, Jawa Barat.

Dalam video singkat yang viral di media sosial, Sandi terlihat ceria ketika menyapu di teras toko swalayan tempatnya bekerja. Disabilitas fisik yang disandangnya tak menghalangi ia untuk terus berusaha menyelesaikan pekerjaan sebaik mungkin.

Usahanya dalam mempertahankan kualitas kerja membuahkan hasil yang baik. Ini dibuktikan dengan kemampuannya untuk bertahan selama dua tahun di toko swalayan tersebut.

“Dari yang hanya karyawan kontrak, hingga kini diangkat jadi karyawan tetap,” kata narasi video yang diunggah Sandi di akun TikTok-nya @sandinr029.

Bahkan, kini Sandi menjabat sebagai Assistant Chief of Store (ACOS) yang bertanggung jawab atas berbagai tugas penting dalam operasi sehari-hari toko.

Tidak semua karyawan bisa menjabat posisi ini. Diperlukan kinerja yang baik dan catatan positif selama bekerja untuk mendapatkan posisi tersebut.

“Keren udah jadi ACOS, berarti kinerja dia sangat bagus dan dipercaya,” kata seorang warganet.

“Aku aja belum tentu bisa sehebat itu,” kata warganet lainnya.

“Gua malu udah dua tahun lebih belum jadi ACOS,” kata warganet yang juga karyawan toko swalayan.

Motivasi Sandi

Pria yang hobi main game ini juga mengunggah video di Instagram pribadinya, @sandibility. Dalam video itu Sandi tengah bekerja dan diiringi dengan narasi motivasi.

“Masih jauh perjalanan yang harus ditempuh. Terlalu cepat berlari akan menguras energi. Tidak apa berjalan pelan, agar bisa tetap bertahan. Sesekali juga boleh berhenti sekadar menghela napas, menghibur diri, lalu melangkah lagi, hingga suatu hari tanpa disadari tiba di ujung mimpi,” kata narasi itu.

Sandi pun berpesan untuk teman-teman disabilitas agar tetap semangat menjalani kehidupan.

“Tetap semangat meskipun kita disabilitas,” tulisnya dalam keterangan video.

Tak Semua Penyandang Disabilitas Punya Pekerjaan Tetap

Sayangnya, penyandang disabilitas di Indonesia belum seluruhnya mendapat pekerjaan tetap untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Berangkat dari masalah ini, Ketua Komisi Nasional Disabilitas Republik Indonesia (KND-RI) Dante Rigmalia berharap optimalisasi pasar kerja yang inklusif dan pekerjaan afirmatif. Hal ini diperlukan guna mendorong peningkatan jumlah angkatan kerja penyandang disabilitas di Indonesia.

Harapan ini ia suarakan dalam The 1st International Conference on Manpower and Sustainable Development (IMSIDE). Acara ini dilaksanakan oleh Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia pada 8-9 September 2022 di Bali.

Menurutnya, pembukaan pasar tenaga kerja yang inklusif dengan memberikan afirmasi dalam penerimaan kerja seharusnya sudah dapat mengakomodasi kesenjangan atau gap antara angkatan kerja penyandang disabilitas dan non-disabilitas.

Bekerja Adalah Hak Penyandang Disabilitas

Mendapatkan pekerjaan adalah salah satu hak yang dimiliki penyandang disabilitas dan harus dipenuhi oleh berbagai pihak.

“Dalam Undang-Undang nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, disebutkan hak-hak penyandang disabilitas meliputi, bekerja, berwirausaha, dan koperasi, serta hak untuk mendapatkan pekerjaan yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, atau swasta,” kata Dante mengutip keterangan pers Rabu 14 Juni 2022.

Dante yang juga seorang penyandang disabilitas ganda (Hard Of Hearing/Kesulitan dalam Mendengar dan Disleksia) itu menyatakan, bahwa pekerjaan sangat penting dan kritis bagi semua orang tanpa memandang jenis disabilitas, jenis kelamin, dan kondisi Lainnya.

“Bagi Penyandang Disabilitas, pekerjaan tidak hanya penting tetapi juga berkontribusi untuk kelangsungan hidup dan mendapatkan pengakuan sosial.”

“Oleh karena itu, semua orang usia kerja termasuk penyandang disabilitas harus diberi kesempatan untuk bekerja,” pungkasnya.

Source: Liputan6.com

Leave a Reply