You are currently viewing Kisah Bintang, Peraih Emas Olimpiade O2SN Berkursi Roda

Kisah Bintang, Peraih Emas Olimpiade O2SN Berkursi Roda

  • Post category:Berita

Muhammad Bintang Ramadhan mencatatkan namanya sebagai peraih medali emas Olimpiade Olahraga Siswa Nasional Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (O2SN PDBK).

Menekuni Olimpiade
Siswa SLB D YPAC Bali ini menuturkan, lahir dengan keterbatasan fisik tak membuatnya menjauh dari minatnya pada olahraga. Ia bahkan coba berfokus pada angkat berat semasa SDLB.

Masuk SMPLB, Bintang menjajal cabor balap kursi roda. Ia pun memulai debutnya di O2SN ke-12 yang diadakan di Semarang, Jawa Tengah dan meraih medali perak.

“Awalnya saya memiliki minat di bidang olahraga pada angkat berat saat SDLB. Kemudian, masuk SMPLB ada balap kursi roda dan dapat medali perak di O2SN tahun 2019,” tuturnya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (15/9/2023).

Medali-medali Perak
Di tengah pandemi 2023, kelahiran Denpasar, 4 Oktober 2007 ini juga menyumbangkan medali perak O2SN PDBK untuk Provinsi Bali. Sejumlah raihan medali perak Bintang antara lain di cabor balap kursi roda di O2SN 2019, Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Pepapernas) 2019, O2SN 2022, dan Pepapernas 2023. Medali-medali perak selama ini membuatnya termotivasi memperoleh emas O2SN tahun ini.

“Ketika itu, saya masih penasaran ingin mencoba terus hingga dapat medali emas,” ucapnya.

Tahun ini, Bintang berhasil meraih medali emas perdananya pada cabor atletik nomor lomba balap kursi roda. Ia meraih catatan waktu 24,08 detik. Baginya, capaian ini jadi jalan untuk membahagiakan orang tua.

“Sungguh saya sangat bahagia karena setelah sekian lama saya belum pernah mendapatkan medali emas, akhirnya saya mendapatkannya di tahun ini,” tuturnya.

“Setelah sekian lama saya mengikuti O2SN, akhirnya hari ini saya bisa dapat medali emas. Saya bahagia sekali bisa membanggakan kedua orang tua saya. Harus semangat untuk membanggakan kedua orang tua, sekolah, dan daerah. Yang paling penting dengan prestasi kita bisa melihat kebahagiaan orang tua kita,” imbuhnya, dikutip dari laman Irjen Kemendikbudristek.

Dukungan Sekitar

Bintang mengaku bersyukur atas dukungan orang tua, guru, sekolah, hingga dan pelatihnya yang memupuk mental juara di tengah keterbatasan.

“Keberhasilan ini adalah berkat dari doa dan dukungan orang tua dan keluarga. Lalu pihak sekolah yang selalu mewadahi saya untuk mendapatkan prestasi, dan juga pelatih-pelatih,” ujar Bintang.

Keluarga Bintang merupakan perantau asal Jawa Timur di Bali. Ugik Sugiarto, sang ayah, bekerja sebagai agen sembako, sementara sang ibu, Uliyani Rahayu, merupakan seorang ibu rumah tangga. Bagi Bintang, motivasi keduanya untuk tidak menyerah dengan keterbatasan selalu jadi penyemangat.

Berkat doa dan dukungan orang-orang di sekitarnya, Bintang menuturkan, ia pun berhasil medali perak hingga emas seperti tahun ini.

“Latihan dan mengatur waktu adalah kunci keberhasilan. Saya selalu menyesuaikan waktu luang untuk latihan jadi harus me-manage diri sendiri,” tuturnya.

Kepala BPTI Asep Sukmayadi mengucapkan apresiasinya atas capaian Bintang dan para siswa PDBK yang berupaya keras di O2SN 2023.

“Selamat kepada anak-anak yang telah meraih medali pada O2SN PDBK 2023. Semoga raihan ini dapat memotivasi kalian untuk meraih prestasi yang lebih tinggi lagi. Bagi yang belum mendapatkan medali, tetap semangat dan terus berlatih. Kalian semua hebat,” pungkasnya.

Source: Detik.com

Leave a Reply