You are currently viewing Inovasi Kursi Roda di Sentra Terpadu Surakarta Libatkan Penyandang Disabilitas Fisik

Inovasi Kursi Roda di Sentra Terpadu Surakarta Libatkan Penyandang Disabilitas Fisik

  • Post category:Berita

Inovasi alat bantu aksesibilitas bagi penyandang disabilitas terus dikembangkan.

Hal ini terlihat dari upaya Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) yang mengarahkan seluruh sentra disabilitas dan sentra terpadu untuk melibatkan penyandang disabilitas dalam proses produksi alat bantu sebagai bagian dari upaya pemberdayaan.

Beberapa alat bantu aksesibilitas yang dikembangkan yaitu kursi roda adaptif, kursi roda elektrik, kursi roda multiguna, tongkat adaptif dan motor roda tiga niaga. Alat bantu ini telah diproduksi di sentra terpadu di seluruh Indonesia, salah satunya di Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso, Surakarta.

Guna mendukung pengembangan kursi roda bagi penerima manfaat, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Pepen Nazaruddin melakukan kunjungan kerja dengan meninjau Instalasi Alat Bantu Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta.

“Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta dikenal telah memproduksi alat bantu bagi penyandang disabilitas berupa prothese dan orthese atau kaki dan tangan palsu. Kini, atas arahan Bu Mensos (Tri Rismaharini) dikembangkan dengan memproduksi kursi roda, tongkat adaptif hingga motor roda tiga,” ujar Pepen mengutip keterangan pers, Senin (27/2/2023).

Saat ini, Instalasi Alat Bantu di Surakarta meningkatkan kapasitasnya untuk perakitan kursi roda, tongkat adaptif dan penyediaan motor roda tiga niaga. Kursi roda yang dirakit Instalasi Alat Bantu meliputi kursi roda elektrik, kursi roda adaptif serta kursi roda multiguna.

Kebutuhan Alat Bantu Masih Tinggi

Pepen juga menyampaikan, perakitan kursi roda di Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso perlu terus dikembangkan mengingat kebutuhan alat bantu masih tinggi.

“Di tengah penerapan kebijakan multi-layanan di setiap sentra, maka spesifikasi layanan harus tetap dikembangkan, sehingga perakitan kursi roda di Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso perlu terus dikembangkan mengingat kebutuhan alat bantu ini masih tinggi,” imbuh Pepen.

Perakitan kursi roda merupakan salah satu layanan rehabilitasi sosial yang spesifik yang ada di Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta.

Perakitan kursi roda sendiri melibatkan penyandang disabilitas fisik. Pepen Nazaruddin melihat langsung dan mengapresiasi perakitan kursi roda yang dilakukan oleh penyandang disabilitas.

Pentingnya Alat Bantu

Pada kesempatan itu, Pepen mencoba dan merasakan sendiri fungsi kursi roda multiguna karya penyandang disabilitas fisik bernama Surya dan Anton.

Bantuan kursi roda bagi penyandang disabilitas merupakan upaya Kementerian Sosial bersama sentra terpadu untuk mendukung penerima manfaat bisa diberdayakan serta bisa hidup mandiri.

Kursi roda sendiri merupakan alat yang penting bagi penyandang disabilitas yang membutuhkan. Saking pentingnya, otak penyandang disabilitas akan menyesuaikan diri dengan kursi roda dan memperlakukannya sebagai bagian dari tubuhnya.

Pada dasarnya, menurut penelitian, kursi roda memang berfungsi untuk menggantikan anggota tubuh yang tidak berfungsi dengan baik.

Menjadi Bagian Tubuh

Studi yang dilakukan asisten profesor di Universitas Sapienza Roma, Italia, Mariella Pazzaglia, mensurvei 55 orang di kursi roda dengan cedera tulang belakang tentang kehidupan mereka. Kemudian menganalisis tanggapan mereka.

Penulis penelitian menemukan bahwa peserta memperlakukan kursi roda sebagai bagian dari tubuh mereka, bukan hanya sebagai alat bantu untuk anggota tubuh yang tidak berfungsi baik.

Studi ini juga menemukan bahwa orang-orang yang memiliki lebih banyak gerakan di tubuh bagian atas dapat berinteraksi lebih banyak dengan kursi roda. Kebiasaan menggunakan kursi roda sehari-hari meningkatkan kemampuan penggunanya untuk meresapi kursi roda sebagai citra tubuh mereka, melansir Webmd.

Source: Liputan6.com

Leave a Reply