You are currently viewing Hak atas Informasi Bagi Teman Tuli

Hak atas Informasi Bagi Teman Tuli

  • Post category:Artikel

Penyandang disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak, yang terdiri dari :

  • penyandang disabilitas fisik;
  • penyandang disabilitas intelektual;
  • penyandang disabilitas mental; dan/atau
  • penyandang disabilitas sensorik.

Adapun yang dimaksud dengan “penyandang disabilitas sensorik” adalah terganggunya salah satu fungsi dari panca indera, antara lain disabilitas netra, disabilitas rungu, dan/atau disabilitas wicara.
Sebelum membahas lebih jauh terkait penyandang disabilitas rungu, perlu diketahui bahwa di dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat menggunakan istilah tuna rungu dan teman tuli untuk menyebut penyandang disabilitas rungu.

Namun, dalam menjawab pertanyaan Anda kami akan menggunakan istilah ‘disabilitas rungu’ sesuai dengan penyebutan dalam UU 8/2016. Lebih lanjut, Pasal 143 UU 8/2016 mengatur bahwa setiap orang dilarang untuk menghalang-halangi dan melarang penyandang disabilitas untuk mendapatkan haknya, termasuk di antaranya hak pelayanan publik, politik, kesehatan, pendidikan, berekspresi, berkomunikasi, dan memperoleh informasi. Bagi yang melanggar, diancam sanksi pidana penjara maksimal 2 tahun dan denda maksimal Rp200 juta

Leave a Reply