You are currently viewing 5 Juta Orang di Dunia Alami Disabilitas Akibat Stroke, Universitas di Jakarta Beri Penyuluhan dengan Cara Unik

5 Juta Orang di Dunia Alami Disabilitas Akibat Stroke, Universitas di Jakarta Beri Penyuluhan dengan Cara Unik

  • Post category:Berita

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, stroke merupakan penyebab kematian terbesar dunia nomor 2 setelah penyakit jantung dengan sekitar 15 juta orang menderita stroke setiap tahunnya.

Dari angka tersebut, sekitar 5 juta orang meninggal dunia dan 5 juta lainnya mengalami disabilitas permanen yang mengganggu kehidupannya. Diperkirakan, dua dari tiga orang di dunia memiliki faktor risiko stroke.

Di Indonesia, menurut dokter spesialis bedah saraf Feda Anisah Makkiyah, kasus stroke masih mengalami peningkatan setiap tahunnya dan kerugian yang ditimbulkan sangat signifikan.

Hal ini melatarbelakangi dosen UPN Veteran Jakarta itu untuk melakukan pengabdian atau dalam bentuk edukasi soal stroke kepada Warga Kelurahan Cogreg, Kecamatan Parung, Bogor.

Tak hanya diberi penyuluhan soal faktor risiko, pencegahan, dan penatalaksanaan darurat stroke, warga juga mendapat manfaat lain, Yakni pelayanan pengukuran tekanan darah, tinggi badan, dan berat badan secara gratis.

“Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan faktor risiko stroke pribadi yang dimiliki. Serta memacu masyarakat agar ikut berpartisipasi secara mandiri dalam penurunan angka kematian akibat stroke di Indonesia,” kata Feda kepada Disabilitas Liputan6.com dalam keterangan tertulis, Jumat (12/8/2023).

Partisipan juga mendapatkan selebaran edukatif berisi informasi terkait gejala stroke, faktor risiko terkait stroke dan penyakit kardiovaskular, serta cara-cara meminimalisasi serangan stroke.

Sertakan Mahasiswa Kedokteran UPN Veteran Jakarta

Feda bercerita, acara dibuka dengan sambutan dari ketua RT lingkungan Bumi Parung Permai dan sekitarnya, Cahya.

Sebelum dilakukan penyuluhan, warga dinilai pengetahuan dasar terkait strokenya dengan mengisi kuesioner pre-test. Materi sosialisasi tentang “Faktor Risiko, Pencegahan, dan Penatalaksanaan Darurat Stroke” dibawakan oleh Keishia Natashia dan Rafi Umar Raihan, perwakilan mahasiswa kedokteran dari FK UPN Veteran Jakarta.

Selama jalannya penyuluhan, warga tampak antusias dengan materi yang disajikan. Warga juga berkesempatan melakukan tanya-jawab dan konsultasi dengan tim dokter dan mahasiswa kedokteran dari FK UPN Veteran Jakarta.

Kuis Berhadiah Paket Sembako

Lebih lanjut Feda menyampaikan, untuk meningkatkan antusiasme dan pemahaman masyarakat tentang tatalaksana stroke, panitia mengadakan kuis berhadiah paket sembako.

Acara di akhiri dengan asesmen pengetahuan masyarakat terkait stroke melalui pengisian kuesioner post-test dan pembagian konsumsi.

“Kami sangat bersyukur akan kegiatan ini karena sangat membantu meningkatkan wawasan masyarakat tentang penyakit stroke, yang di mana bagi kami orang awam, ini merupakan penyakit yang sangat menakutkan. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti disini saja, namun dapat terjalin kerja sama yang berkelanjutan,” kata Cahya.

Lokakarya Biskuit dari Jamur Merang

Selain melakukan penyuluhan, tim dari FK UPN Veteran Jakarta juga mengadakan lokakarya pembuatan biskuit dari jamur merang kepada pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) setempat.

“Di sini kami melakukan inovasi dengan memperkenalkan produk biskuit dari jamur merang kepada masyarakat, terutama kepada pelaku UMKM setempat,” kata Feda.

Ini merupakan program kolaborasi antara Fakultas Kedokteran dan program studi Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan UPN Veteran Jakarta.

“Jamur merang dengan kandungan antioksidannya dapat menjadi nutrisi tambahan bagi masyarakat yang dapat menurunkan risiko serangan stroke.”

Jamur merang diketahui sebagai panganan lokal yang memiliki kandungan protein dan antioksidan tinggi yang bermanfaat dalam menurunkan kolesterol serta memperlancar pencernaan.

Menurut akademisi dari Program Studi Ilmu Gizi UPN Veteran Jakarta Nanang Nasrulloh, jamur merang memiliki potensi tinggi sebagai sumber gizi baik yang mudah didapatkan, terjangkau, serta dapat diolah menjadi berbagai macam jenis panganan.

“Hal ini karena produksinya yang semakin meningkat, namun pemanfaatan nya masih sedikit. Selain dapat diolah menjadi biskuit, jamur merang juga dapat dimanfaatkan sebagai olahan makanan lain seperti bakso ataupun kaldu.”

Source: Liputan6.com

Leave a Reply